Total Tayangan Halaman

Selasa, 20 Desember 2011

Belajar Bahasa atau Belajar Berbahasa

Pada saat seseorang belajar bahasa, maka dalam benaknya adalah dia akan bisa berbicara dengan bahasa tersebut. Belajar bahasa Inggris maka akan dapat berbahsa Inggris, BElajar Bahasa Indonesia akan bisa berbahasa Indonesia, Belajar bahasa Sunda akan bisa berbicara bahasa Sunda. Betulkah?

Tidak!!!

Bila kita ingin hanya sekedar bisa berbahasa tertentu maka kita datang ke tempat bahasa tersebut digunakan. daam tiga bulan kita akan mahir berbicara menggunakan bahasa bersangkutan. Ujiannya adalah bagaimana dia dapat berkomunikasi dengan baik. Itu yang disebut belajar berbahasa. Kalau di suatu tempat kita belajar berbahasa tetapi ujiannya tetulis dan isinya tentang bahasa itu namanya belajar ilmu bahasa atau belajar bahasa!!!

Berbahasa adalah keterampilan. Da empat keterampilan yang saling mendukung dalam bahasa. Pertama menyimak sebagai keterampilan dasar berbahasa. dari sejak lahir manusia sudah belajar menyimak. Tetapi dia hanya menyimpan semua yang dia dengan di dalam memorinya dan baru digunakan saat kemampuan lain sudah dapat digunakan yaitu berbicara. Keterampilan berikutnya adalah membaca. Keterampilan ini melalui proses belajar formal saat kemampuan atau seluruh fungsi tubuh manusia sudah berfungsi dengan baik.kemampuan selanjunya adalah berbicara. Berbicara di sini bukan hanya sekedar mengucapkan kata-kata, tetapi berbicara kepada orang lain baik perorangan maupun kelompok. Hasil mendengar, membaca juga dapat dituangkan dalam bentuk lain yaitu menulis. Selain menulis teknis mengenal ghuruf, yang tertinggi adalah menungankan ide-ide atau menuliskan hasil karyanya. 

Ketika kegiatan belajar seperti itu, ada pilihan belajar bahasa atau beajar berbahasa, maka seorang gur juga harus mengunga keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Sekarang, mau mengajarkan ilmu bahasa atau mengajar berbahasa untuk mendapatkan keterampilan berbahasa. Bila mau mengajarkan keterampilanm berbashasa, maka berikanlah how to nya kepada anak untuk berbahasa. jangan cataran ilmu tentang bahasa.
Marimenjadi guru bahsa yang bauk dan mendingan dan berbahasa ynag baik dan mendingan pula.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar